Tips Memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk Orang Awam.

Tips Memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk Orang Awam.

Pesta demokrasi terbesar dalam waktu dekat adalah Pemilihan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk periode 2019-2024.
Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita berpartisipasi dalam pemilihan Capres dan Cawapres karena pilihanmu nanti yang akan menentukan bagaimana keadaan Indonesia selama lima tahun ke depan. Banyak sekali di antara kita yang masih beranggapan bahwa siapapun presidennya tidak akan berpengaruh terhadap rakyat kecil.
Eittss... tunggu dulu, justru dengan kita mempelajari dan memilih Capres dan Cawapres yang tepat InsyaAllah akan memperbaiki permasalahan yang dihadapi Indonesia. Tidak hanya untuk rakyak kecil saja, namun berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya pun akan berpengaruh.
Nah, buat kamu yang masih berpikir untuk golput atau masih bingung dalam memilih pasangan Capres dan Cawapres untuk lima tahun ke depan, mimin mau kasih tips nih. Yuk langsung saja simak tips berikut ini.
1. Apakah Capres dan Cawapres Memiliki Jiwa Leadership?
Menurut John C. Maxwell, seorang pakarleadership nomor 1 dunia, leadershipmemiliki tiga unsur penting, yaituRelationship (Hubungan), Achievement(prestasi), Choosen One (Terpilih). So, pilihlah pemimpin yang mempunyai ketiga unsur penting ini ya gengs.
Pilihlah pemimpin yang mempunyai hubungan baik dengan lingkungannya karna dengan melihat ini kita bisa menganalisa bagaimana nantinya beliau berinteraksi dengan rakyat. Kemudian yang dua, lihatlah prestasi yang telah beliau capai di tahun-tahun sebelumnya dalam berbagai sektor.
Kemudian yang terakhir pilihlah pemimpin yang ditunjuk dan dipercaya oleh rakyat bukan mencalonkan diri karena merasa yakin akan kemampuannya.

2. Apakah Capres dan Cawapres Mampu Memberikan Perubahan?
Sering kali saat orang berpergian keluar negeri membandingkan mengapa harga barang-barang di luar negeri lebih mahal daripada barang di dalam negeri. Sebagai contoh harga kopi di Singapura itu harganya sekitar 2 dolar sejak tahun 1968 hingga saat ini. Sedangkan di Indonesia harga kopi itu sekitar 10 ribu rupiah.
Kenapa hal ini terjadi? Karena pemerintah belum mampu mengendalikan laju inflasi sektor perekonomian negara. So, kalau kamu menginginkan perubahan untuk Indonesia, pilihlah pemimpin yang paham dengan berbagai sektor sehingga beliau bisa secara kongkrit memberikan perubahan untuk Indonesia.
Perubahan (Foto: pixabay)
3. Apakah Capres dan Cawapres Mempunyai Visi dan Misi yang Sama dengan Kita?
Para psikolog mengatakan bahwa para korban pemerkosaan akan menjadi kuat dan kembali merasa berharga ketika memiliki komunitas yang sama. Dengan kata lain, manusia pada akhirnya akan mencari lingkungan yang mendekati kepribadiannya.
So, untuk memilih Capres dan Cawapres yang tepat pilihlah yang mempunyai kesamaan denganmu, khususnya dalam visi dan misi. Misalnya kamu seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, maka pilihlah pemimpin yang memiliki visi dan misi dalam bidang pendidikan pula.
Ilustrasi rambu penyebrangan pejalan kaki. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
4. Apakah Capres dan Cawapres Termasuk Pemimpin Yang Walk the Talk?
Pilihlah Capres dan Cawapres yang sudah terbiasa bekerja dengan sistem Walk the Talk. Apa itu Walk the TalkWalk the Talkadalah cara memimpin yang melakukan apa yang dikatakan dan mengatakan apa yang sudah dilakukan.
So, pilihlah Capres dan Cawapres yang sudah memiliki track record berkerja dengan cara Walk the Talk.
Ilustrasi kerja keras (Foto: Angus Tsai/ Flickr)
5. Apakah Capres dan Cawapres Bisa Kita Percaya?
Pada masa kampanye biasanya Capres akan mengutarakan beberapa janji untuk perkembangan Indonesia. So, jangan mudah percaya kepada janji-janji manis mereka sebelum kamu mengetahui bagaimana track record mereka.
Lihatlah bagaimana konsistensi mereka dalam bekerja. Konsistensi merupakan salah parameter untuk menilai kejujuran seseorang.
Adegan film Janji Joni. (Foto: Dok. IMBD)
6. Apakah Capres dan Cawapres Punya Ambisi yang Terlalu Besar?
Sejarah membuktikan bahwa pempimpin dengan ambisi yang sangat besar berakhir dengan kesengsaraan rakyatnya. Pemimpin dengan ambisi yang besar cenderung akan menghalalkan segala cara, baik sebelum menjadi maupun setelah menjadi.
Sebagai contoh paling klasik adalah kepemimpinan Hitler dan Stalin. Pada masa kepemimpinan mereka, banyak sekali kesengsaran yang rakyat alami, tidak hanya warga negaranya namun beberapa rakyat di dunia. So, pilihlah pemimpin yang dengan tulus bekerja untuk rakyat dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
Ilustrasi mimpi. (Foto: Pixabay)
7. Bagaimana Cara Memimpin Beliau, dengan Otak atau Hati?
Saat ini dunia telah berganti, kebanyakan dari kita selalu memilih pemimpin yang yang berhati daripada berotak. Seseorang yang berhati bukan berarti lembek dan bukan berarti orang tersebut bodoh. Sedangkan orang yang berotak bukan berarti arogan dan tidak santun.
So, tentukan pilihanmu mulai saat ini dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Capres dan Cawapres. Masalah tentang berhati dan berotak itu hanya tentang cara dan teknik memimpin.Yuk Sukseskan pesta demokrasi tahun depan.

Apa kata Jack Ma owner Alibaba Co tentang sosok Jokowi


Jokowi Menurut orang RRCina

Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..

bagaimana dia bisa?



Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.

“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci

Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..



Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.

“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia.. dan itulah Presiden Jokowi.

Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.

Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup , dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental.., mental orang bahagia




#KitaIndonesia
#RumahKitaIndonesia
#KitaBersama Presiden Joko Widodo

Dari 2 Paslon Capres dan Cawapres yang baik ini...Pilihlah yang terbaik....???

Kandidat Calon Presiden Dan Wakil Presiden 2019


Baca juga :
* "PANDUAN MENCARI SANG PEMIMPIN" Dari yang baik..pilihlah yang terbaik....itu..!!!

* Panduan lengkap mencari pemimpin yang Syar'i

2019 Menggenjot Ekonomi Rakyat


Saatnya 2019-2024 Aksi Jokowi-Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi agar Rakyat Indonesia Maju dan Sejahtra...amin yaa rabb...

2019-2024 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi Rakyat

Jakarta – Pertemuan Jokowi dengan para ketua umum dan sekjen partai politik menyepakati mengusung Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

Satu hari menjelang batas akhir pendaftaran Pilpres 2019, petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin deklarasikan diri menjadi pasangan calon di Pemilihan Presiden 2019. Deklarasi dilaksanakan di restoran Plataran, Menteng, Jakarta.


Pemilihan ini berdasarkan berbagai pertimbangan yang sudah dipikirkan dan menimbang latar belakang Ma’ruf Amin.

Deklarasi pasangan ini didampingi oleh ketua partai pendukung yang menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja. Terdiri dari PDI-P, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP, Partai Nasdem, PSI, Perindo, PKPI.

Dilansir dari Detik.com, Jokowi mantap maju Pilpres 2019 dengan menggandeng Ma’aruf Amin.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Jika diingat kembali, sinyal Ma’ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma’ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Termakasih Bapak Presiden Jokowi...Kami bangga atas prestasimu dan Kabinet Kerjamu...Lanjutkan 2019 Genjot Ekonomi dah....Salam Dari anak Bangsa...


Ayo...berbagi via Medsos...Jempol anda sumbangsi untuk anak negeri menuju Indonesia Maju...
#2019-2024AksiJokowiGebrakEkonomi




Annah Collection Chat WA