Plitik Dua Kaki ala Demokrat Gaya SBY Cari cara bersih diri Ambil untung estafet 2024 Sayang masuk di gerbong yang salah..

Plitik Dua Kaki ala Demokrat
Gaya SBY Cari cara bersih diri
Ambil untung estafet 2024
Sayang masuk di gerbong  yang salah..


Jakarta - Jagat perpolitikan nasional diramaikan sikap Partai Demokratusai memberikan dispensasi kepada kadernya di daerah yang terang-terangan mendukung pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal di atas kertas, Demokrat menjadi partai pengusung bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Pemberian dispensasi ini pertama kali diungkap oleh Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Imbas dari dispensasi itu, Demokrat dicap bermain politik dua kaki.


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi, mencoba melihat dan menganalisis langkah Demokrat ini. Ada dua hal yang menjadi perhatiannya. Pertama, langkah Demokrat didasari kekecewaan dalam proses koalisi dengan Prabowo-Sandiaga. Partai berlambang bintang mercy itu pun mulai realistis.
Berkoalisi dengan Prabowo-Sandiaga, Partai Demokrat tak dapat apa-apa. Rencana menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal cawapres Prabowo justrupupus di tengah jalan. Begitu pula dengan posisi ketua timses, Prabowo lebih mempercayakannya kepada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

Klik gbr lihat produk terbaru  dari Annah Collection

"Demokrat hanya sebagai penggenap dukungan," kata Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu, 12 September 2018.
Karena kecewa, manuver ini juga bisa mengindikasikan Demokrat ingin "balas dendam". Dispensasi bagi kader mendukung Jokowi-Ma'ruf dilatarbelakangi kepentingan memuluskan AHY dalam Pilpres 2024.
Dengan memberikan dispensasi, Demokrat berharap bisa mendulang suara besar di wilayah yang menjadi kantong pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pileg 2019. Tujuannya agar Demokrat punya modal mengusung AHY di Pilpres 2024.
"Menyangkut soal political revenge, kemudian Demokrat merasa dikecewakan. Artinya dalam bahasa politik kongsi. Ini bisa jadi untuk persiapan Pilpres 2024. Tahunnya Demokrat bukan 2019, tapi 2024," jelas Muradi.

Demokrat mengonfirmasi, sekitar 23 DPD meminta partai berkoalisi dengan Prabowo-Sandi. Sisanya, 11 DPD kemungkinan bersuara sebaliknya, menginginkan partai mendukung Jokowi-Ma'ruf.
Menurut analisis Muradi, jika 11 provinsi merapat ke Jokowi-Ma'ruf, maka bisa menjadi daya tawar. Bila Jokowi-Ma'ruf menang di Pilpres 2019, Demokrat berpotensi mendapat "perahu baru" untuk berlayar menuju Pilpres 2024.
"Dengan menyisakan katakanlah 11 provinsi tidak mendukung Prabowo buat bargain, 11 dukung Jokowi. Jika Jokowi menang bisa menjadi sekoci politik," paparnya.
Analisis kedua, Muradi juga melihat sikap 11 DPD menggambarkan kondisi di internal Demokrat. Terjadi pembangkangan atas keputusan pengurus pusat partai mengusung Prabowo-Sandi. Perpecahan diprediksi bakal terjadi di tubuh Demokrat andai 11 DPD ini dilarang mendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Ini bisa bentuk pembangkangan politik orang-orang yang kemudian dianggap merapat Demokrat tidak demokratis. Kalau dilarang akan pecah," terangnya.
Jika Jokowi-Ma'ruf memenangkan pertarungan Pilpres, kondisi ini akan menjadi pukulan bagi Demokrat. Muradi menerangkan, 11 DPD akan menuntut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono agar mengelola partai lebih demokratis dan profesional.
Hal ini dikarenakan Demokrat sejak awal ngotot mencalonkan AHY menjadi cawapres. Padahal ada kader-kader potensial seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.
"Pak Jokowi menang maka 11 DPD akan menuntut pengelolaan Partai Demokrat yang lebih profesional dan demokratis. Ini bisa jadiback fire bagi Demokrat," tandasnya.

Apa kata Jack Ma owner Alibaba Co tentang sosok Jokowi


Jokowi Menurut orang RRCina

Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..

bagaimana dia bisa?



Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.

“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci

Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..



Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.

“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia.. dan itulah Presiden Jokowi.

Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.

Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup , dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental.., mental orang bahagia




#KitaIndonesia
#RumahKitaIndonesia
#KitaBersama Presiden Joko Widodo

Dari 2 Paslon Capres dan Cawapres yang baik ini...Pilihlah yang terbaik....???

Kandidat Calon Presiden Dan Wakil Presiden 2019


Baca juga :
* "PANDUAN MENCARI SANG PEMIMPIN" Dari yang baik..pilihlah yang terbaik....itu..!!!

* Panduan lengkap mencari pemimpin yang Syar'i

2019 Menggenjot Ekonomi Rakyat


Saatnya 2019-2024 Aksi Jokowi-Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi agar Rakyat Indonesia Maju dan Sejahtra...amin yaa rabb...

2019-2024 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi Rakyat

Jakarta – Pertemuan Jokowi dengan para ketua umum dan sekjen partai politik menyepakati mengusung Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

Satu hari menjelang batas akhir pendaftaran Pilpres 2019, petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin deklarasikan diri menjadi pasangan calon di Pemilihan Presiden 2019. Deklarasi dilaksanakan di restoran Plataran, Menteng, Jakarta.


Pemilihan ini berdasarkan berbagai pertimbangan yang sudah dipikirkan dan menimbang latar belakang Ma’ruf Amin.

Deklarasi pasangan ini didampingi oleh ketua partai pendukung yang menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja. Terdiri dari PDI-P, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP, Partai Nasdem, PSI, Perindo, PKPI.

Dilansir dari Detik.com, Jokowi mantap maju Pilpres 2019 dengan menggandeng Ma’aruf Amin.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Jika diingat kembali, sinyal Ma’ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma’ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Termakasih Bapak Presiden Jokowi...Kami bangga atas prestasimu dan Kabinet Kerjamu...Lanjutkan 2019 Genjot Ekonomi dah....Salam Dari anak Bangsa...


Ayo...berbagi via Medsos...Jempol anda sumbangsi untuk anak negeri menuju Indonesia Maju...
#2019-2024AksiJokowiGebrakEkonomi




Annah Collection Chat WA