Dunia Internasional Puji Pidato Jokowi
Koalisi BoSan semakin tidak bermutu (asa)🤣🤣🤣
*Dunia Internasional Puji Pidato Jokowi, Koalisi Prabowo Tetap Nyinyir*
Saya adalah salah satu penonton Game of Thrones dari season 1 sampai season 7. Semua sudah saya tonton tanpa ada yang tertinggal.
Melihat Presiden Jokowi membuka pertemuan tahunan IMF di Bali kemarin, saya jadi teringat dengan banyak adegan, alur cerita dan kalimat-kalimat inspiratif dalam film tersebut. Cerita tentang pertempuran tiada akhir antar kerajaan, karena masing-masing ingin mengklaim sebagai raja dan ratu.
Untuk sebuah film dengan durasi sekitar 55 jam, untuk 7 season, bisa saya katakan tidak mudah untuk menarik satu kesimpulan yang sangat kuat dan menyeretnya pada masalah ekonomi.
Kalau saya ditanya apa itu Game of Thrones, maka jelas akan saya jawab itu cerita tentang penghianatan, pengabdian, kepentingan dan manuver politik yang sesungguhnya. Kamu yang sedang baca tulisan ini pun mungkin masih akan bertanya lagi dan lagi, apa itu Game of Thrones?
Tapi Presiden Jokowi berhasil merangkum 7 season Game of Thrones dengan satu kesimpulan yang sangat luar biasa; pentingnya persatuan. dan berikut kalimat-kalimat ajaib dari pidato Presiden Jokowi.
“Konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah, namun juga yang menang. Kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak poranda. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam.”
Pemilihan Game of Thrones dalam pidato Presiden Jokowi kemudian menimbulkan pro kontra. Eh nggak, pro saja. Apresiasi mengalir dari seluruh tokoh-tokoh dunia yang hadir di forum IMF Bali. Sementara yang kontra adalah kampret-kampret perusak bangsa.
Bos IMF memimpin standing ovation. Semua hadirin dari seluruh dunia itu begitu kagum dan salut dengan Presiden Jokowi. Menurut beberapa orang, itu adalah pidato paling keren yang pernah ada dalam pertemuan tahunan IMF. Sangat berani dan inspiratif. Dan ini bahkan dikonfirmasi oleh Direktur Pelaksana IMF “saya ingin berterima kasih pada Jokowi, karena menaikkan standar dalam memberi pidato yang hebat dan meyakinkan. Wow!” ucap Legarde.
Dubes Belanda, Dubes Denmark, Executive Director Bank Dunia masing-masing menulis dalam akun tweeternya. Yang pada intinya mereka terkesan dengan pidato Presiden Jokowi.
Sejauh yang kita ketahui, dari berita dan komentar para tokoh di dunia, belum ada satupun yang protes atau mengkritik pidato Presiden Jokowi. Mungkin ada, tapi rasanya bukan tokoh dunia sehingga komentarnya tidak sampai ke telinga kita, dan untuk hal ini pun saya anggap tidak ada.
Apa yang terjadi di Bali lagi-lagi menjadi konfirmasi, bahwa Presiden Jokowi begitu inspiratif dan dikagumi dunia. Pimpinan negara-negara lain, pejabat sampai warganya, banyak yang mengagumi sosok Jokowi. Sosok pemimpin yang bisa begitu dekat dengan rakyatnya, berani dan berwibawa. Sementara para kampret, dari pejabat sampai buzzernya, tetap menilai Jokowi plonga-plongo.
Lihatlah komentar basi elite Gerindra, Andre Rosiade “Di zaman Pak Jokowi lebih susah daripada zaman Pak SBY. Makanya 2019 kita harus ganti Presiden dengan Pak Prabowo dan Bang Sandi”
Komentar yang menjadi representasi dari keseluruhan elite Gerindra dan partai koalisinya, sampailah pendukung dan buzzer buzzernya. Basi. Bosan. Kuno. Tidak inspiratif dan tidak ada yang bisa kita ambil hikmahnya kecuali kesimpulan bahwa mereka ingin berkuasa, apapun caranya. Titik.
Sehingga wajar saja kalau seluruh elite partai koalisi, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat begitu kompak mendukung narasi hoax penganiayaan terhadap Ratna Surampaet yang merupakan Tim Kampanye Nasional Prabowo Sandiaga. Mereka tak mau lapor polisi, bahkan Fahri Hamzah menganggap polisi tak perlu lagi memeriksa motifnya atau menunggu laporan, karena semua sudah jelas, terjadi pemukulan.
Kalau ada yang bertanya kenapa mereka semua kompak untuk menyebar hoax? saya tak tahu pasti. Tapi kalau ditanya sejak kapan mereka menyebar hoax? koalisi Prabowo sudah melakukannya sejak 2014. Diawali dengan quick count hoax dan deklarasi kemenangan hoax Prabowo Hatta. Disusul hoax-hoax lainnya yang bertujuan mengganggu serta menyerang Presiden Jokowi.
Ketika tokoh-tokoh dunia begitu hormat pada Presiden Jokowi, begitu kagum dengan kecerdasan dan keberaniannya dalam menentukan sikap, para kampret di negara kita justru menilai sebaliknya. Rumus mereka sangat sederhana. Pokoknya Jokowi harus salah, untuk hal apapun dan dengan alasan apapun. Menghalalkan segala cara, sekalipun dengan hoax.
Sehingga dengan adanya kejadian ini, maka bertambah lagi satu alasan saya mengapa memilih dan mendukung Jokowi. Lebih dari sekedar mampu bekerja dan menawarkan perubahan ke arah Indonesia yang maju dan lebih baik, tapi juga mampu memberikan teladan politik internasional. yang berani bersikap, berani menegur, tanpa menyakiti satu sama lain. Sementara oposisi justru semakin menunjukkan betapa mereka tak pantas untuk kita pilih dan percayakan untuk memimpin Indonesia. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi
*Dunia Internasional Puji Pidato Jokowi, Koalisi Prabowo Tetap Nyinyir*
Saya adalah salah satu penonton Game of Thrones dari season 1 sampai season 7. Semua sudah saya tonton tanpa ada yang tertinggal.
Melihat Presiden Jokowi membuka pertemuan tahunan IMF di Bali kemarin, saya jadi teringat dengan banyak adegan, alur cerita dan kalimat-kalimat inspiratif dalam film tersebut. Cerita tentang pertempuran tiada akhir antar kerajaan, karena masing-masing ingin mengklaim sebagai raja dan ratu.
Untuk sebuah film dengan durasi sekitar 55 jam, untuk 7 season, bisa saya katakan tidak mudah untuk menarik satu kesimpulan yang sangat kuat dan menyeretnya pada masalah ekonomi.
Kalau saya ditanya apa itu Game of Thrones, maka jelas akan saya jawab itu cerita tentang penghianatan, pengabdian, kepentingan dan manuver politik yang sesungguhnya. Kamu yang sedang baca tulisan ini pun mungkin masih akan bertanya lagi dan lagi, apa itu Game of Thrones?
Tapi Presiden Jokowi berhasil merangkum 7 season Game of Thrones dengan satu kesimpulan yang sangat luar biasa; pentingnya persatuan. dan berikut kalimat-kalimat ajaib dari pidato Presiden Jokowi.
“Konfrontasi dan perselisihan akan mengakibatkan penderitaan, bukan hanya bagi yang kalah, namun juga yang menang. Kemenangan maupun kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak poranda. Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi yang terbesar di tengah dunia yang tenggelam.”
Pemilihan Game of Thrones dalam pidato Presiden Jokowi kemudian menimbulkan pro kontra. Eh nggak, pro saja. Apresiasi mengalir dari seluruh tokoh-tokoh dunia yang hadir di forum IMF Bali. Sementara yang kontra adalah kampret-kampret perusak bangsa.
Bos IMF memimpin standing ovation. Semua hadirin dari seluruh dunia itu begitu kagum dan salut dengan Presiden Jokowi. Menurut beberapa orang, itu adalah pidato paling keren yang pernah ada dalam pertemuan tahunan IMF. Sangat berani dan inspiratif. Dan ini bahkan dikonfirmasi oleh Direktur Pelaksana IMF “saya ingin berterima kasih pada Jokowi, karena menaikkan standar dalam memberi pidato yang hebat dan meyakinkan. Wow!” ucap Legarde.
Dubes Belanda, Dubes Denmark, Executive Director Bank Dunia masing-masing menulis dalam akun tweeternya. Yang pada intinya mereka terkesan dengan pidato Presiden Jokowi.
Sejauh yang kita ketahui, dari berita dan komentar para tokoh di dunia, belum ada satupun yang protes atau mengkritik pidato Presiden Jokowi. Mungkin ada, tapi rasanya bukan tokoh dunia sehingga komentarnya tidak sampai ke telinga kita, dan untuk hal ini pun saya anggap tidak ada.
Apa yang terjadi di Bali lagi-lagi menjadi konfirmasi, bahwa Presiden Jokowi begitu inspiratif dan dikagumi dunia. Pimpinan negara-negara lain, pejabat sampai warganya, banyak yang mengagumi sosok Jokowi. Sosok pemimpin yang bisa begitu dekat dengan rakyatnya, berani dan berwibawa. Sementara para kampret, dari pejabat sampai buzzernya, tetap menilai Jokowi plonga-plongo.
Lihatlah komentar basi elite Gerindra, Andre Rosiade “Di zaman Pak Jokowi lebih susah daripada zaman Pak SBY. Makanya 2019 kita harus ganti Presiden dengan Pak Prabowo dan Bang Sandi”
Komentar yang menjadi representasi dari keseluruhan elite Gerindra dan partai koalisinya, sampailah pendukung dan buzzer buzzernya. Basi. Bosan. Kuno. Tidak inspiratif dan tidak ada yang bisa kita ambil hikmahnya kecuali kesimpulan bahwa mereka ingin berkuasa, apapun caranya. Titik.
Sehingga wajar saja kalau seluruh elite partai koalisi, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat begitu kompak mendukung narasi hoax penganiayaan terhadap Ratna Surampaet yang merupakan Tim Kampanye Nasional Prabowo Sandiaga. Mereka tak mau lapor polisi, bahkan Fahri Hamzah menganggap polisi tak perlu lagi memeriksa motifnya atau menunggu laporan, karena semua sudah jelas, terjadi pemukulan.
Kalau ada yang bertanya kenapa mereka semua kompak untuk menyebar hoax? saya tak tahu pasti. Tapi kalau ditanya sejak kapan mereka menyebar hoax? koalisi Prabowo sudah melakukannya sejak 2014. Diawali dengan quick count hoax dan deklarasi kemenangan hoax Prabowo Hatta. Disusul hoax-hoax lainnya yang bertujuan mengganggu serta menyerang Presiden Jokowi.
Ketika tokoh-tokoh dunia begitu hormat pada Presiden Jokowi, begitu kagum dengan kecerdasan dan keberaniannya dalam menentukan sikap, para kampret di negara kita justru menilai sebaliknya. Rumus mereka sangat sederhana. Pokoknya Jokowi harus salah, untuk hal apapun dan dengan alasan apapun. Menghalalkan segala cara, sekalipun dengan hoax.
Sehingga dengan adanya kejadian ini, maka bertambah lagi satu alasan saya mengapa memilih dan mendukung Jokowi. Lebih dari sekedar mampu bekerja dan menawarkan perubahan ke arah Indonesia yang maju dan lebih baik, tapi juga mampu memberikan teladan politik internasional. yang berani bersikap, berani menegur, tanpa menyakiti satu sama lain. Sementara oposisi justru semakin menunjukkan betapa mereka tak pantas untuk kita pilih dan percayakan untuk memimpin Indonesia. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi


























