Mari... Belajar dari Krisis Venezuela... SEKARANG SAYA BARU BISA MEMAHAMI KENAPA PEMERINTAH SECARA PERLAHAN MENGURANGI SUBSIDI KE BEBERAPA SEKTOR SEPERTI LiSTRIK, MINYAK DLL

Mari... Belajar dari Krisis  Venezuela...

SEKARANG SAYA BARU BISA MEMAHAMI KENAPA PEMERINTAH SECARA PERLAHAN MENGURANGI SUBSIDI KE BEBERAPA SEKTOR SEPERTI LiSTRIK, MINYAK DLL




[ By :  Bangun Ricky Sihite ]

* Jika bukan Jokowi yg jd presiden pd 2014, Indonesia mungkin bernasib seperti Venezuela *

Krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela semakin membuka mata saya bahwa Jokowi adalah sosok yang tepat menjadi presiden Indonesia di tahun 2014. Jika bukan Jokowi yang jadi presiden, bukan mustahil Indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang cukup parah, meskipun tidak separah Venezuela.
Venezuela sebenarnya adalah negara yang kaya. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Krisis yang dialami Venezuela ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2013, yakni sejak kematian mantan Presiden Venezuela, Hugo Chavez.
Namun di tahun ini, Venezuela berada di ambang kehancurannya karena tingkat inflasi yang sangat tinggi, Semua rakyatnya kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Salah satu faktor yang dituding sebagai biang keladi krisis ekonomi di Venezuela adalah pemerintah yang terlalu ‘baik’ ke rakyat. Diantara beberapa faktor kehancuran Venezuela adalah sebagai berikut:

Pertama, terlalu mengandalkan sektor minyak. Sekitar 95% pemasukan Venezuela berasal dari ekspor minyak. Saat harga minyak dunia sedang tinggi, pemasukan negara sangat besar, Namun ketika harga minyak turun, pemasukan Venezuela turun. Parahnya, pemerintah tidak melirik lahan pertanian sebagai alternatif sumber penghasilan Venezuela.

Alasan presiden Venezuela, Hugo Chavez karena merasa kondisi ekonomi Venezuela baik-baik saja.Akibatnya, Venezuela murni hanya bergantung pada penjualan minyak ke luar negeri. Dana terus dikucurkan untuk rakyat. Tanpa disadari Chavez, bahwa ini adalah bunuh diri perlahan.

Kedua, Hugo Chaves terlalu baik ke rakyat. Sejak Hugo Chavez berkuasa di tahun 1999, ia langsung menerapkan kebijakan untuk menyetarakan ekonomi rakyat. Sebagian besar keuntungan negara dari penjualan minyak dialokasikan untuk program sosial gratis bagi rakyat. Termasuk subsidi dan usaha-usaha mengentaskan kemiskinan.

Selepas Chavez mengkat, Maduro menggantikannya dan meneruskan program subsidi ala Chavez. Tahun 2016, harga minyak dunia turun drastis dan penghasilan Venezuela terpangkas habis. Kas pemerintah kosong bahkan defisit, karena program untuk rakyat tetap dijalankan.

Maduro mengambil keputusan salah. Bukannya mencari solusi dengan menambah lini produk ekspor, dia malah mencetak uang sebanyak mungkin. Nilai tukar bolivar melorot tajam. Inflasi tak terkendali dan tingkat harga barang naik hingga 1000%.

Dampaknya, Mata uang Venezuela, uang kertas bolivar, nyaris tak ada nilainya dan merupakan salah satu mata uang dengan nilai tukar paling rendah di dunia. Mata uang Venezuela ambruk dan hampir tidak berharga saat ini menyusul kemerosotan ekonomi yang sangat parah di negara itu. Untuk 1 dollar AS yang saat ini di Indonesia paling mahal menyentuh Rp 14.500, di Venezuela bisa setara lebih dari 6,3 juta Bolivar.

Hal ini mengakibatkan harga barang biasa menjadi lebih mahal dari emas. Misalnya satu gulung kertas tisu toilet di Venezuela dihargai 2,6 miliar bolivar.Harga 10 buah wortel yang di Indonesia bisa kurang dari Rp 10.000, di Venezuela dibanderol 3 juta bolivar. Lebih mencengangkan, untuk satu paket pembalut wanita, biaya yang mesti dikeluarkan yakni 3,5 juta bolivar.
Penjelasan di atas adalah sekelumit penyebab Venezuela mengalami kebangkrutan total. Rakyat konon sampai memakan daging busuk. Dari perjalanan Venezuela dari negara kaya menjadi negara bangkrut total, kita sebagai bangsa Indonesia bisa mengambil banyak pelajaran.

Salah satu pelajaran penting, terlalu baik kepada rakyat dengan memberikan banyak subsidi dan donasi, tanpa mendidik rakyat agar bisa mandiri dalam bekerja ternyata bukan kebijakan yang baik. Kebijakan ini justru membunuh rakyat secara perlahan. Untuk era modern seperti ini, subdisi dan donasi untuk rakyat sangat tidak mendidik, karena membuat rakyat malas, tidak mandiri, dan tidak memiliki kecakapan serta semangat untuk berkompetisi dengan masyarakat modern.

Saya masih ingat betul ketika SBY begitu baik memberikan subsidi ke rakyat, baik BBM, listrik, dan yang lain. Rakyat miskin bahkan mendapat BLT tiap bulan. Saya baru menyadari saat ini bahwa kebijakan SBY sangat berdampak buruk. Pasalnya, hutang Indonesia membengkak di era SBY hanya untuk mensubsidi rakyat.

Beruntung masa jabatan SBY hanya 10 tahun. Jika aturan di Indonesia membolehkan presiden menjabat hingga 20 tahun, saya membayangkan mungkin Indonesian akan mengalami krisis ekonomi seperti Venezuela karena presiden terlalu baik ke rakyat.

Beruntung di tahun 2014 Jokowi terpilih menjadi presiden. Dia merubah total kebijakan SBY. Dia cabut subsidi dan mendidik rakyat agar mandiri dan mengikat pinggang karena memang kondisi Indonesia sedang tidak bagus. Jokowi mengajak rakyat untuk sama-sama lelah, bekerja demi kemajuan Indonesia, bukan dimanjakan dengan subsidi dan BLT.

Meskipun Jokowi mendapat kecaman karena dinilai kejam mencabut subsidi, harga-harga naik, Jokowi tak peduli. Dirinya rela dicemooh asalkan negara selamat dari krisis ekonomi. Terbukti, ketika Dollar begitu buas menekan mata uang negara lain, rupiah menjadi mata uang yang paling kuat di Asia yang mampu menghadapi gempuran dolar. Erdogan, presiden Turki bahkan tak mampu seperti Jokowi. Lira sebagai mata uang Turki mengalami inflasi yang sangat tinggi.








#2019Saatnya Gebrak Ekonomi
#BravoJKW 👍👍
#salam2periode ✊✌👊

Cps #WAG


Apa kata Jack Ma owner Alibaba Co tentang sosok Jokowi


Jokowi Menurut orang RRCina

Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..

bagaimana dia bisa?



Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.

“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci

Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..



Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.

“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia.. dan itulah Presiden Jokowi.

Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.

Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup , dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental.., mental orang bahagia




#KitaIndonesia
#RumahKitaIndonesia
#KitaBersama Presiden Joko Widodo

Dari 2 Paslon Capres dan Cawapres yang baik ini...Pilihlah yang terbaik....???

Kandidat Calon Presiden Dan Wakil Presiden 2019


Baca juga :
* "PANDUAN MENCARI SANG PEMIMPIN" Dari yang baik..pilihlah yang terbaik....itu..!!!

* Panduan lengkap mencari pemimpin yang Syar'i

2019 Menggenjot Ekonomi Rakyat


Saatnya 2019-2024 Aksi Jokowi-Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi agar Rakyat Indonesia Maju dan Sejahtra...amin yaa rabb...

2019-2024 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi Rakyat

Jakarta – Pertemuan Jokowi dengan para ketua umum dan sekjen partai politik menyepakati mengusung Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

Satu hari menjelang batas akhir pendaftaran Pilpres 2019, petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin deklarasikan diri menjadi pasangan calon di Pemilihan Presiden 2019. Deklarasi dilaksanakan di restoran Plataran, Menteng, Jakarta.


Pemilihan ini berdasarkan berbagai pertimbangan yang sudah dipikirkan dan menimbang latar belakang Ma’ruf Amin.

Deklarasi pasangan ini didampingi oleh ketua partai pendukung yang menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja. Terdiri dari PDI-P, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP, Partai Nasdem, PSI, Perindo, PKPI.

Dilansir dari Detik.com, Jokowi mantap maju Pilpres 2019 dengan menggandeng Ma’aruf Amin.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Jika diingat kembali, sinyal Ma’ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma’ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Termakasih Bapak Presiden Jokowi...Kami bangga atas prestasimu dan Kabinet Kerjamu...Lanjutkan 2019 Genjot Ekonomi dah....Salam Dari anak Bangsa...


Ayo...berbagi via Medsos...Jempol anda sumbangsi untuk anak negeri menuju Indonesia Maju...
#2019-2024AksiJokowiGebrakEkonomi




Annah Collection Chat WA