Profil Lengkap Cawapres Ma'ruf Amin Ternyata dia sosok religius-nasionalis yang berinisial M

Profil Lengkap Cawapres Ma'ruf Amin

Ternyata dia sosok religius-nasionalis yang berinisial M


Presiden Republik Indonesia Joko 'Jokowi' Widodo resmi mendeklarasikan diri bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019-2024.
Terpilihnya Ma'ruf Amin menjawab teka-teki cawapres Jokowi yang selama ini disebut-sebut berinisial M. Di sisi lain, keputusan tersebut cukup mengejutkan publik. Bagaimana tidak, sebelumnya Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD telah menyampaikan pihak Istana sudah memintanya untuk menjadi pendamping Jokowi.

Jokowi mengambil keputusan yang mengejutkan dan secara tiba-tiba. Dia lebih memilih Ma'ruf Amin ketimbang Mahfud MD. Lantas, siapa sebenarnya sosok Ma'ruf Amin?

1. Akrab dengan pendidikan keagamaan sejak dini


Disarikan dari berbagai sumber, Ma'ruf Amin lahir di Tangerang pada 11 Maret 1943. Sejak kecil dia sudah akrab dengan pendidikan keagamaan. Pada umurnya yang ke-12 (1955), selain menjadi siswa di Sekolah Rakyat (SR) Kresek, Tangerang, Banten, dia juga siswa di Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tangerang. 
Dia kemudian hijrah ke Jawa Timur untuk menjadi santri di Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 1958. Jenjang studi sekolah menengah atas ia tempuh di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng pada 1961. 
Sebelum menjadi mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, pada 1967, Ma'ruf sempat menyantren di Banten pada 1963. 

2. Meraih gelar guru besar kehormatan dari UIN Malang



Sebagai seorang pendakwah sekaligus dosen, Ma'ruf sebetulnya tidak pernah mengenyam pendidikan jenjang studi master dan doktor. Namun, pada 2017, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menganugerahkan gelar guru besar di bidang Mu'amalah Syari'iyah di Fakultas Syariah UIN.

Karier akademiknya dimuai ketika dia mengajar sebagai guru di sekitar Jakarta Utara pada periode 1964-1970, dan menjadi dosen di Fakultas Tarbiyah Univrsitas Nahdhatul Ulama (Unnu) Jakarta pada 1968. Kemudian, dia menjadi Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad pada 1967. 

3. Karier politik Ma'ruf Amin dimulai sejak 1971


Sebelum menjabat sebagai Ketua MUI, dia berkiprah di dunia politik. Selama 1971-1982, dia merupakan anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kemudian, dia berpindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari 1997 hingga 2007. 
Ia pernah menjabat sebagai legislatif anggota DPRD DKI Jakarta utusan golongan untuk 1971-1973. Selanjutnya, mewakili PPP, ia menjadi anggoota DPR RI pada 1973 hingga 1977. Bahkan, ia pernah menjadi pimpinan Komisi A dari Fraksi PPP. 
Setelah meloncat ke PKB, dia merupakan anggota MPR RI untuk 1997-1999. Memasuki era reformasi, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKB selama 1999-2004. Bersama PKB, Ma'ruf pernah menjabat sebagai ketua Komisi VI DPR RI. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB pada 1998.

4. Aktif di berbagai organisasi keagamaan


Keberhasilan Ma'ruf dalam dunia politik tidak lepas dari jaringan yang dimilikinya di berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Jakarta untuk 1964-1966.
Dalam waktu yang bersamaan, dia juga menjabat sebagai Ketua Front Pemuda selama 1964-1967 dan Ketua NU Jakarta pada 1966-1970. Selanjutnya, ia memangku amanah sebagai Wakil Ketua Wilayah NU Jakarta pada 1968-1976.
Adapun organisasi lain yang pernah diikutinya adalah sebagai berikut;
  • Anggota Koordinator Da'wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
  • Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
  • Anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
  • Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
  • Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
  • Anggota MUI Pusat (1990)
  • Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
  • Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
  • Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
  • Mustasyar PBNU (1998)
  • Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
  • Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)
  • Mustasyar PKB (2002-2007)
  • Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
  • Ketua MUI (2007-2010) .
Pada 2007, Ma'ruf pernah mengemban amanah sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) dan menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2010-2014. Kemudian, sejak 27 Agustus 2015, ia terpilih kembali sebagai Ketua MUI menggantikan M Sirajuddin Syamsuddin. 

5. Ma'ruf Amin adalah sosok nasionalis-religius


Bukan tanpa alasan Jokowi memilih seorang kiai yang saat ini sudah berusia 75 tahun. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai Ma'ruf sebagai sosok yang nasionalis-religius. Sebagai seorang ulama, kehadirannya bisa diterima partai koalisi yang mengusung Jokowi untuk periode kedua. 
"Mungkin ada beberapa yang tidak puas. Tapi Beliau pernah duduk di legislatif, anggota DPRD, MPR RI, Rais Aam NU, dan ketua MUI. Saat ini juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," kata Jokowi di Restoran Plataran, Jakarta, Kamis (9/8). 
So guys, apakah kalian setuju dengan keputusan Jokowi meminang KH Ma'ruf Amin?

Apa kata Jack Ma owner Alibaba Co tentang sosok Jokowi


Jokowi Menurut orang RRCina

Jack Ma owner Alibaba Corporation bilang bahwa mungkin manusia yang paling bahagia itu presiden kamu..

bagaimana dia bisa?



Menurutnya dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang “Jokowi” dan anehnya begitu buruknya hujatan terhadap “Jokowi” tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang itu sudah mati didepan regu tembak !
Ini bukan karena presiden Tiongkok tidak suka di kritik dan di hujat tapi integritas dan reputasinya harus di jaga.

“Mencintai presiden” adalah bagian dari mencintai negara. Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat presiden hanya karena dia tidak sependapat dengan pemerintah

Kalau itu dibiarkan maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci

Kamu tahu , katanya lagi.. bahwa orang yang suka meletupkan kebenciannya dengan kata-kata dan berdrama seakan dia terzolimi maka itu tandanya “orang itu” tidak bahagia..

Lebih jauh lagi dia menganggap dirinya sempurna dan orang lain banyak cacatnya.
Makanya ketika orang lain unggul diatasnya , dia akan marah, Sebetulnya dia marah bukan kepada orang lain tapi kepada dirinya sendiri karena dia tidak mampu seperti orang lain..



Sifat rasis, merasa paling suci, paling benar, adalah sifat orang yang tidak akan pernah bisa bahagia , Kalaupun mereka datang ketempat ibadah mendengar khotbah, itu tidak mengurangi rasa tidak bahagianya. Walaupun mereka selalu bicara spiritual, itupun tidak akan mengurangi rasa tidak bahagianya.

Makanya, kamu tahu, kata teman saya, bahasa Tionghoa menyebut “bahagia itu adalah Kai Xin” .
Itu terdiri dari dua kata, yaitu Kai dan Xin. Arti Kai adalah buka, Xin artinya hati
Kalau digabungkan menjadi :
“ Buka hati “ Artinya orang yang terbuka hatinya, hidupnya akan lapang. Dihujat, difitnah, atau apalah dia tetap tidak tepengaruh.

“Hatinya terbuka” untuk berdamai dengan kenyataan dan semakin mendekat kepada Tuhan, Itulah orang bahagia.. dan itulah Presiden Jokowi.

Dan yang membuat saya terharu, dengan lemah lembut dia ingatkan kepada rakyatnya agar jangan mencela, karena itu tidak baik.

Itulah dia, karena dia tahu bahwa walau rakyatnya beragama tapi hati mereka tertutup , dan dia ingin rakyatnya berubah, bukan mengubah syariat agama tapi mengubah mental.., mental orang bahagia




#KitaIndonesia
#RumahKitaIndonesia
#KitaBersama Presiden Joko Widodo

Dari 2 Paslon Capres dan Cawapres yang baik ini...Pilihlah yang terbaik....???

Kandidat Calon Presiden Dan Wakil Presiden 2019


Baca juga :
* "PANDUAN MENCARI SANG PEMIMPIN" Dari yang baik..pilihlah yang terbaik....itu..!!!

* Panduan lengkap mencari pemimpin yang Syar'i

2019 Menggenjot Ekonomi Rakyat


Saatnya 2019-2024 Aksi Jokowi-Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi agar Rakyat Indonesia Maju dan Sejahtra...amin yaa rabb...

2019-2024 Jokowi-KH.Ma'ruf Amin Menggenjot Ekonomi Rakyat

Jakarta – Pertemuan Jokowi dengan para ketua umum dan sekjen partai politik menyepakati mengusung Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.

Satu hari menjelang batas akhir pendaftaran Pilpres 2019, petahana Joko Widodo dan Ma’ruf Amin deklarasikan diri menjadi pasangan calon di Pemilihan Presiden 2019. Deklarasi dilaksanakan di restoran Plataran, Menteng, Jakarta.


Pemilihan ini berdasarkan berbagai pertimbangan yang sudah dipikirkan dan menimbang latar belakang Ma’ruf Amin.

Deklarasi pasangan ini didampingi oleh ketua partai pendukung yang menamakan diri Koalisi Indonesia Kerja. Terdiri dari PDI-P, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP, Partai Nasdem, PSI, Perindo, PKPI.

Dilansir dari Detik.com, Jokowi mantap maju Pilpres 2019 dengan menggandeng Ma’aruf Amin.

“Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Pengumuman nama Ma’ruf menjadi cawapres Jokowi cukup mengejutkan. Mengingat awalnya cawapres Jokowi menguat kepada Mahfud Md. Mahfud juga tiba-tiba menghilang dari pertemuan Jokowi dengan ketum parpol koalisi.

Jika diingat kembali, sinyal Ma’ruf menjadi cawapres sebelumnya ditunjukkan dengan kehadiran dirinya ke Istana, kemarin (8/8). Jokowi dan Ma’ruf juga beberapa kali terlihat bersama dalam acara keagamaan.

Termakasih Bapak Presiden Jokowi...Kami bangga atas prestasimu dan Kabinet Kerjamu...Lanjutkan 2019 Genjot Ekonomi dah....Salam Dari anak Bangsa...


Ayo...berbagi via Medsos...Jempol anda sumbangsi untuk anak negeri menuju Indonesia Maju...
#2019-2024AksiJokowiGebrakEkonomi




Annah Collection Chat WA