Presiden Jokowi di Mata Dunia
Presiden Jokowi di Mata Dunia
Seorang tokoh yang benar – benar lahir dari rakyat, bertubuh kurus, berbadan bungkuk, dan tinggi tetapi jiwa dan nyalinya tak patut dianggap biasa. Jiwanya berapi – api membangun Bumi Pertiwi, semangatnya tak pernah padam dengan selalu berhubungan langsung dengan masyarakat. Joko Widodo lah namanya, lahir di Surakarta tanggal 21 Juni 1961. Saat kecil tinggal dibantaran Sungai Bengawan Solo. Rumahnya kerap digusur untuk dijadikan tempat publik.
Jokowi adalah pribadi yang ramah pada siapa saja, blusukan adalah buktinya. Rakyat dipegangnya erat, digandengnya kemana saja, dipikirkannya selalu dibenaknya. Berawal dari pengusaha kayu yang berkualitas asli Indonesia dan akhirnya sampai dikenal dunia. Produknya ekspor tak usah diragukan lagi. Berapa kali kerap ke Eropa, Amerika, dan Asia.
Jokowi adalah pribadi yang ramah pada siapa saja, blusukan adalah buktinya. Rakyat dipegangnya erat, digandengnya kemana saja, dipikirkannya selalu dibenaknya. Berawal dari pengusaha kayu yang berkualitas asli Indonesia dan akhirnya sampai dikenal dunia. Produknya ekspor tak usah diragukan lagi. Berapa kali kerap ke Eropa, Amerika, dan Asia.
Disitulah sebutan Jokowi mulai muncul dikenal para kolega bisnis mebelnya. Keinginan tuk menyejahterakan rakyat dimulai dari menjadi Walikota Solo dalam dua periode rakyatnya dirangkul digandeng seperti bapak dan anak. Jokowi sukses membangun Solo menjadi kota yang modern, sejumlah penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional diraihnya seperti Penghargaan dari UNICEF untuk program perlindungan anak (2006), Grand Award Layanan Publik Bidang Pendidikan (2009), dan masih banyak lagi .
Sukses memimpin Solo menjadi kota idaman semua orang berlanjut ke Gubernur provinsi ibukota negara yang menjadi pusat perekonomian, bisnis, dan pemerintahan. Gubernur DKI Jakarta disandangnya, menang telak atas rivalnya Fauzi Bowo yang telah pernah memimpin Jakarta selama satu periode jabatan berhasil dikalahkannya dengan perolehan suara dari dua putaran pilgub .
Jokowi dan wakilnya Ahok menjadi yang paling unggul diputaran kedua. Mereka bekerja bersama – sama membangun DKI Jakarta dengan aksi – aksinya yang tak akan disangka – sangka. Seperti membangun banyak rumah susun untuk mengatasi masalah pemukiman padat yang ada dibantaran kali, melakukan normalisasi sungai besar – besaran, membujuk pedagang kaki lima Tanah Abang untuk pindah dari pinggir jalan, membangun simang susun semanggi yang diprediksi dapat mengurai kemacetan sebanyak 40 %, meluncurkan “kartu sakti” yaitu Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat. Jokowi juga berhasil mengubah wajah sungai seperti waduk pluit dan merelokasi pemukiman kali jodo menjadi tempat bermain layak anak atau tempat terbuka hijau bagi masyarakat sekitar.


Baru setengah tahun menjabat bursa pencapresan pun diambilnya. Jokowi dan Jusuf Kalla menang tipis dari pasangan Prabowo Subianto. Tanggal 20 Oktober 2014, Jokowi dan JK resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pelantikan ini menandai harapan baru Indonesia yang menampakkan wajah bersinarnya. Bahkan majalah Times menjadikan wajah Presiden Jokowi menjadi sampul majalahnya dengan tulisan “A new hope” yang menjadi pertanda bahwa harapan baru bagi Indonesia telah datang. Era baru negeri ini telah diketahui masyarakat dunia.
Pada saat hari pertama menjalankan tugas sebagai Presiden di Istana Negara, bahkan Jokowi mendapat ucapan selamat dari Presiden Tingkok yaitu Xi Jinping lewat sambungan telepon. Presiden Cina tersebut juga turut mengundang Jokowi untuk datang ke negaranya menghadiri Asia Pasific Regional Conference.
Raja Salman dan Presiden Joko Widodo
Dalam 3 tahun masa kepiminan Jokowi sebagai Presiden, Jokowi seperti menjadi sorotan media lokal maupun internasional. Tindakan Jokowi terhadap dinamisnya ekonomi global yang semakin tak menentu malah membuat Jokowi semakin merapatkan barisan, bekerja bersama – sama, gotong royong untuk bersama memajukan ekonomi nasional yang berdikari dan berkeadilan.
Di saat banyak negara lain yang mengalami krisis global, Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan di republik ini masih stabil dan malah tumbuh diatas 5 %. Ini semua adalah peran dari semua kalangan yang ada. Tidak hanya dari Presiden Jokowi saja selaku kepala negara dan kepala pemerintahan yang menjalankan fungsinya serta tugasnya untuk mensejahterakan rakyat, masyarakat juga turut berperan aktif dalam pembangunan perekonomian nasional.
Karena masyarakat yang didalamnya ada banyak pengusaha – pengusaha yang sangat menjadi pemain utama sistem perekonomian memiliki rasa optimis terhadap apa yang telah dilakukan pemerintah. Pengusaha dan pemerintah mampu bersinergi dengan baik dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang notabeneberasal dari kalangan pengusaha. Optimis di atas 5 % itu adalah target yang tak mudah. Tetapi bisa diraih dengan semangat yang sama serta tujuan yang sama yaitu untuk memajukan Republik Indonesia.
Presiden Jokowi terbilang sukses dengan sejumlah paket ekonominya dari jilid 1 sampai 15 yang diharapkan mampu merangsang pertumbuhan dan perbaikan sistem ekonomi yang ada. Itulah yang membuat dunia juga kagum terhadap Presiden Jokowi beserta jajaran menterinya. Mampu meyakinkan banyak kalangan bahwa negara berkembang seperti Indonesia mampu menyaingi negara – negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.
Indonesia mampu meraih peringkat tiga besar peringkat ekonomi dibawah India, dan Tiongkok. Menteri Keuangan RI mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diantara anggota G20 termasuk the best 3 karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2016 sebesar 5,09 %. Dia mengatakan bahwa faktor pendorongnya adalah konsumsi pemrintah dan rumah tangga yang kebetulan masih cukup dominan , apalagi inflasi yang dinilainya tetap terjaga dengan baik.
Presiden Jokowi selalu tampil yang terdepan menjelaskan tentang kondisi Indonesia dan potensi – potensinya. Investasi adalah modal utama untuk membangun, oleh karena itu Presiden diforum forum internasional dengan pengusaha – pengusaha dari negara lain untuk mengajak berinvestasi di Indonesia, mengingat perekonomian Indonesia yang semakin membaik dan komitmen pemerintah untuk membangun dibidang infrastruktur seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan karena menjadi prioritas selama 5 tahun masa jabatan Presiden Jokowi .
Di setiap KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) internasional Presiden Jokowi selalu menjadi pembicara utama, apalagi isu yang dibahas seputarcounter terorism, perekonomian global, dan soal iklim dunia. Seperti yang terjadi pada saat KTT G20 di Hamburg, Jerman kemarin, Jokowi mengemukakan pentingnya deradikalisasi, Presiden mengatakan bahwa hanya 3 dari 560 mantan aktor teroris, atau hanya 0,53 % yang berkinginan melakukan aksi terorisme kembali. Karena menurut Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa sejarah telah mengajarkan kita bahwa senjata dan kekuatan militer tidak bisa memberantas terorisme. Pikiran sesat hanya bisa dikoreksi dengan cara berpikir yang benar.
Dan tak kalah penting sebagai penduduk mayoritas muslim terbayak di dunia untuk bersama menyebarkan berita perdamaian dan toleransi pentingnya kerukunan beragama menjadi hal yang dasar untuk menangkal aksi terorisme sejak dini, oleh karena partisipasi masyarakat sangat penting bagi kemakmuran negeri.
Jokowi antre akan pertemuan bilateral dengan negara lain, seperti dengan Perdana Menteri Australia, Perdana Menteri Belanda, dan yang untuk pertama kalinya yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Trump ingin menyampaikan akan mendatangani Indonesia dan akan meningkatkan hubungan antara kedua negara .
Yang sedikit mencuri perhatian banyak netizen ialah vlog Jokowi atau yang biasa disebut #JKWVLOG dengan para pemimpin dunia. Seperti Raja Salman, Presien Turki Erdogan, Perdana Menteri Kanada, dan Presiden Prancis. Vlog yang dilakukan Jokowi menjadi viral di dunia maya. Pendekatan yang dilakukan Jokowi ini dianggap hal yang baru oleh para pemimpin dunia, untuk menjalin kedekatan dan menunjukkan kemesraan diantara tokoh dunia, Jokowi melakukan hal tersebut.
Pada dasarnya, ketenaran Presiden Jokowi dimata dunia sekaligus secara otomatis meningkatkan citra positif Indonesia di negara lain. Indonesia dianggap menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa lain dan mudah dikenali sebagai negara majemuk yang mempunyai beribu pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa, pernyataan itulah yang selalu menjadi kalimat pembuka Presiden Jokowi saat memulai pembicaraanya di forum ataupun KTT internasional. Citra positif itu diharapkan mampu meningkatkanimage Indonesia sehingga banyak orang yang berlibur di Indonesia, banyak orang membeli barang buatan Indonesia sehingga mampu mengdongkrak perekonomian Indonesia.
Tunggu Suksesi di Tahun 2024...!!!
Jadi, citra positif Presiden Jokowi sebagai presiden yang benar berasal dari kalangan masyarakat biasa mampu menunjukkan sumbangsihnya dalam 3 tahun ini kepada Indonesia dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia yang menduduki peringkat pertama di dunia hasil survei yang dilakukan oleh Gallup World Poll (GWP) .
Dunia seakan telah memberikan harapan baru dengan jargon“A new hope” dimajalah times, Jokowi diharapkan membawa terpaan angin segar bagi keberlangsungan pembangunan di Indonesia dari seluruh sektor yang ada. Pemerintah harus terus percaya diri, terus optimis dalam membangun negeri untuk menuju Indonesia yang maju, berkarakter, dan berkepribadian yang luhur sesuai dengan cita –cita bangsa Indonesia
































